Google Glass


Setelah cukup lama menggodok secara rahasia proyek Google Goggles di laboratorium Google X, hari ini proyek tersebut diumumkan. Belum ada pengumuman produk yang diungkap namun Google merilis beberapa foto yang menggambarkan bagaimana kira-kira wujud produk tersebut nantinya.
Google juga membuat sebuah video yang menampilkan bagaimana kacamata dengan sistem Android tersebut bekerja. Ada integrasi Google Maps dan navigasi, juga kemampuan mengambil gambar dan membaginya ke jejaring sosial. Kemampuan untuk melakukan panggilan video kemungkinan juga akan dipasang.
Google Umumkan Project Glass, Kacamata James Bond Jadi Kenyataan? Tim Project Glass saat ini masih mencari masukan dari seluruh dunia untuk menciptakan produk final. Bagi beberapa orang, ide untuk memakai kacamata yang dapat memberikan anda informasi ketika menggunakannya merupakan sebuah ide yang brilian seperti yang akan diwujudkan oleh Google. Ada sedikit kekhawatiran akan Google Project Glass sebuah proyek impian ini, karena bagaimana dengan orang-orang yang sudah menggunakan kacamata untuk membantu penglihatan? Apakah mereka masih bisa menggunakan Google Project Glass juga? Menurut Isabelle Olsson, perwakilan dari Google, teknologi yang digabungkan dengan Project Glass secara teknis dapat digunakan ke kacamata yang memiliki ukuran. Dengan begitu berarti bagi orang yang sudah menggunakan kacamata berukuran tetap dapat mendapatkan pengalaman yang sama dengan orang yang tidak menggunakan kacamata.
Jadi jelas Google belum mengkonfirmasi kerjasama dengan Sears Optical atau perusahaan manapun. Bahkan mereka tidak pernah mengatakan bahwa teknologi tersebut memiliki rencana untuk dunia kacamata yang berukuran. Memang Project Glass ini belum siap untuk memulai debutnya, tapi perlu juga memperhatikan hal-hal kecil yang kemungkinan memiliki efek ke proyek ini. Karena pasti selalu ada faktor negatif yang perlu dipertimbangkan.

Mungkin inilah saat terbaik dalam sejarah, Google mendapatkan persetujuan atas paten desain anti maling dari perangkat Project Glass buatannya hari ini. Pengembangan ini hadir hanya berselang sehari setelah Dr. Steve Mann mempublikasikan sebuah posting di blognya yang menjelaskan percobaan pencurian yang berakibat kerusakan atas perangkat EyeTap Digital Eye Glass miliknya. Paten ini diberkaskan bulan September lalu, dengan detail desain untuk mengunci perangkat Project Glass ketika terjadi gerakan yang tidak natural yang bukan disebabkan oleh pengguna yang dideteksi dan dinotifikasi sebagai kemungkinan tindakan pencurian. Meskipun paten ini tidak memberhentikan siapapun untuk mengambilnya, namun software di perangkat ini akan mengunci untuk melindungi data personal dan kemudian mengirim panggilan ke polisi.


Tampaknya proyek Google Glass ini semakin nyata, dimana baru-baru ini terlihat co-founder dari Google, Sergey Brin menggunakan kacamata tersebut di San Fransisco. Bahkan blogger, Robert Scoble, melihat Brin di sebuah hotel dan sempat berfoto bersama sebagai bukti otentik. Foto Brin menggunakan kacamata yang masih belum diungkap oleh Google tersebut sekarang ini sudah diunggah melalui Instagram dan Twitter. Sayangnya menurut Scoble, Brin tidak memperbolehkannya untuk mencoba menggunakan kacamata tersebut. Namun dikatakan bahwa kacamata tersebut amat ringan dan memang benar memberikan informasi yang dibutuhkan Brin saat mereka berbicara. Jika benar yang Sergey Brin gunakan adalah Google Glass yang perusahaan tersebut ungkap pada hari Rabu kemarin, kemungkinan bahwa kacamata tersebut sudah memasuki tahap akhir dan siap untuk dipasarkan. Beberapa laporan sempat mengatakan bahwa Google Glass akan siap pada akhir tahun 2012 ini.  Seorang CEO harus lebih mencintai produk perusahaannya sendiri dibandingkan produk lain yang ada di muka bumi. Begitulah yang coba ditunjukkan Larry Page, CEO Google yang belum lama ini kepergok mengenakan kacamata Google (Google Glasses) dalam sebuah acara di Inggris. Kacamata augemented reality yang tengah dikembangkan Google ini memang cukup nyentrik bila dipakai dalam kegiatan sehari-hari, teknokerz bisa menilai sendiri dari gambar yang beredar. Meski begitu ini bukanlah pertama kali petinggi Google mengenakan Google Glasses. Sebelumnya co-founder Google, Sergey Brin juga telah tertangkap kamera sedangan menggunakan Google Glasses. Google Glasses merupakan salah satu projek Google yang masih misterius. Sejumlah teknologi tinggi akan disematkan dalam hardware tersebut. Apakah ini ada hubungannya dengan rencana Google mengakuisisi Motorola?

Proyek Google Glass tampaknya sudah bukan hal asing di telinga kita, berbeda dari proyek vendor lain yang ditutup-tutupi. Kali ini ada kabar baru mengenai Google Glass dimana Google tampaknya sudah memantenkan trackpad yang digunakan untuk kacamata tersebut. Paten tersebut sudah disetujui oleh United States Patent and Trademark Office (USPTO), dimana diperkirakan perilisan akan hadir dalam waktu dekat. Sebelumnya, trackpad yang dipatenkan ini dikatakan ditujukan untuk menavigasi Google Glass tersebut. Namun bagaimana caranya dan bagaimana tampilan yang akan muncul pada kacamata tersebut memang masih menjadi misteri. Paten tersebut mengindikasikan bahwa trackpad akan dapat dinavigasikan ke seluruh arah juga digunakan untuk memilih sesuatu. Pada paten tersebut juga terlihat bahwa tampilan yang akan hadir pada layar Google Glass hanya akan ada 5 baris, dimana untuk melihat teks lain pengguna harus menavigasikan melalui trackpad. Selain itu juga trackpad ini mampu untuk menavigasikan kamera, dimana pengguna diperbolehkan memilih mana yang ingin direkam.


Pada hari Rabu kemarin, Google mendemonstrasikan produk Google Glass di konferensi I/O. Di acara tersebut dijabarkan beberapa informasi yang berkaitan dengan spesifikasi Google Glass.
Saat ini prototip Google Glass tidak menawarkan konektivitas WWAN secara built-in, begitupun juga konektivitas 3G atau 4G. Google mengatakan bahwa kacamata masa depan ini dapat dikoneksikan ke WiFi Hotspot atau konektivitas tether dari smartphone agar dapat terhubung ke internet. Kacamata ini akan menerima input via perintah suara dan area/pad yang sensitif akan sentuhan yang dapat digunakan untuk menerima berbagai gestur, pengendalian via smartphone pun juga kemungkinan dapat dilakukan. Kacamata ini memiliki akselerometer dan gyroscope, dimana mengijinkan pengguna untuk melakukan pengendalian atau pemberian perintah dari gerakan kepala seperti menunduk atau menoleh. Google Glass juga akan memiliki sejumlah kapasitas internal untuk penyimpanan lokal, tapi sebagian besar kinerja kaca mata ini menggunakan internet untuk dapat menampilkan konten. Penyimpanan lokal ini digunakan untuk menyimpan hasil perekaman video di suatu area ketika tidak terdapat konektivitas nirkabel. Untuk peletakan baterai diletakan dibagian kanan kacamata, untuk kapasitas dan daya tahan baterai ini tidak diberikan informasi lebih lanjut oleh Google. Untuk urusan gaya, tim Google Glass mengerti akan hal tersebut, dan akan menyediakan pilihan berbagai macam warna. Saat konferensi kemarin ditampilkan Google Glass dalam balutan warna oranye, putih, hitam, dan biru.
Nah untuk urusan harga, bagi Teknokerz yang tertarik, sepertinya harus merogoh kocek dalam-dalam, karena prototip produk ini akan dijual dengan harga $1500 atau sekitar Rp 14 juta rupiah. UPDATE Google Glass yang saat ini masih bersifat prototip, akan dijual dalam versi pengembang, dan mulai dapat dibeli mulai tahun 2013 mendatang.


Kita sudah mengetahui bahwa para pengembang sudah dapat membeli perangkat Google Glass dalam waktu 6 bulan kedepan dengan harga $1500, tapi Sergei Brin telah mengkonfirmasi ke Bloomberg di acara Google I/O, bahwa untuk konsumen publik harus menunggu hingga tahun 2014 sampai mereka benar-benar dapat membeli kacamata masa depan ini. Cukup masuk akal, karena konsumen membutuhkan produk yang sudah dalam versi penuh saat mengoperasikan perangkat ini, bukan sebatas perangkat coba-coba, jadi dengan memberi waktu sekitar setahun untuk pengembang, sudah menandakan ambisi dan dedikasi yang sangat serius dari Google. Sergei menambahkan bahwa saat ini Google Glass masih dalam tahap Prototip. Google Glass merupakan produk keluaran Google X Lab yang mewujudkan dunia fiksi ilmiah ke dunia nyata. Silahkan simak video dibawah ini untuk mengingatkan fungsionalitas dari perangkat Google Glass.
Saat Google pertama kali mengenalkan Project Glass, perangkat berbentuk kacamata itu tampil dengan konsep video yang menggambarkan pengalaman seseorang dalam perjalanan dan pencarian lokal. Kacamata pintar itu dapat memberikan petunjuk arah, memberikan info cuaca, menyimpan memo dan melakukan panggilan.


Menurut Steve Lee, pemimpin proyek Google Glass, UI dan fitur yang dikenalkan pada video tersebut adalah sebagai acuannnya. Google menargetkan produk pertamanya nanti akan sesuai dengan video tersebut. Lee juga mengatakan bahwa Google sedang mengerjakan fitur fotografi sebaik mungkin. Berdasarkan demo yang telah ditampilkan sebelumnya, fitur dan UI yang terlihat memang tidak semirip video promonya. Secara tersirat, Lee menyatakan bahwa produk tersebut akan tersedia tidak lebih dari kurun waktu lima tahun. Sementara beberapa rumor menyebut bahwa kacamata pintar ini akan hadir sebelum akhir 2012 dan dibandrol sekitar $ 250 - $ 600.

Subscribe to receive free email updates:

Popular Read Article